“Kami terus berupaya agar kebutuhan masyarakat terhadap dokumen perjalanan dapat dilayani secara profesional, mudah, dan transparan. Prinsipnya, kemudahan pelayanan harus tetap berjalan bersama dengan kepastian prosedur dan kualitas pemeriksaan.”
Sementara itu, aktivitas warga negara asing di Batam juga tercermin dari tingginya pelayanan dokumen dan izin tinggal.
Sepanjang Agustus 2026, tercatat 39.267 penerbitan layanan keimigrasian bagi WNA yang mencakup Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa on Arrival (VoA), Izin Tinggal Kunjungan (ITK), ITK Peralihan, ITAS, dan ITKT.
Selain itu, Imigrasi Batam mencatat 670 pelayanan perpanjangan izin tinggal bagi warga negara asing.
Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan layanan keimigrasian di Batam seiring dengan tingginya aktivitas WNA di kawasan industri, perdagangan, pariwisata, dan investasi.
Di tengah tingginya mobilitas internasional, fungsi pengawasan tetap menjadi bagian penting dari pelayanan keimigrasian.
Selama Agustus 2026, Imigrasi Batam mencatat 955 penundaan keberangkatan di sejumlah titik keberangkatan.
Penundaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan keimigrasian untuk memastikan setiap perjalanan keluar negeri memenuhi ketentuan yang berlaku.
Imigrasi Batam menegaskan pelayanan dan pengawasan harus berjalan beriringan. Kemudahan akses bagi masyarakat dan pelaku mobilitas internasional tetap harus dibarengi dengan kepastian prosedur serta pemeriksaan yang memadai.
Sebagai kawasan perbatasan yang memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional, Batam membutuhkan sistem keimigrasian yang mampu merespons pertumbuhan mobilitas manusia sekaligus menjaga aspek keamanan.
Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan sumber daya manusia, optimalisasi teknologi, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” yang diusung Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, pelayanan keimigrasian di Batam diarahkan semakin cepat, mudah, aman, dan transparan.
Penguatan layanan tersebut dinilai penting bukan hanya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran investasi, perdagangan, pariwisata, dan konektivitas internasional Batam. (Iman)
