Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Batam terutama didorong oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 9,53 persen, mencerminkan ekspansi investasi yang terus berlanjut di berbagai sektor strategis.
Selain itu, konsumsi pemerintah tumbuh 6,82 persen dan net ekspor meningkat 6,18 persen, menunjukkan keseimbangan antara penguatan permintaan domestik dan daya saing eksternal Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional. Konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,58 persen turut menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap stabil.
Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, sektor Real Estate tumbuh 14,70 persen, Pengadaan Listrik dan Gas 11,90 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 9,05 persen, Perdagangan Besar dan Eceran 8,95 persen, serta Jasa Perusahaan 8,93 persen.
Pertumbuhan sektor-sektor ini mencerminkan meningkatnya pembangunan kawasan, kebutuhan energi industri, serta perputaran ekonomi yang semakin aktif.
Amsakar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam akan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui percepatan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan layanan perizinan, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami berkomitmen menjaga momentum ini agar pertumbuhan ekonomi Batam tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dengan kinerja PDRB yang terus meningkat dan investasi yang semakin menguat, Pemerintah Kota Batam optimistis tren pertumbuhan positif ini akan terus berlanjut dan semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan barat Indonesia. (***)
