Menurut Osman, integrasi kepemimpinan antara Pemko Batam dan BP Batam telah menjadi katalis utama dalam mempercepat program-program strategis. Banyak proyek infrastruktur yang bertahun-tahun mandek, kini bergerak maju tanpa hambatan berarti.
Selain pembangunan fisik, Osman menilai Batam kala itu semakin memperkuat posisinya sebagai kota investasi. Infrastruktur yang modern membuat investor lebih percaya diri menanamkan modal. Pasar kerja pun ikut tumbuh seiring dengan meningkatnya aktivitas industri.
“Semakin baik infrastruktur, semakin tinggi kepercayaan investor. Dampaknya bukan hanya bagi dunia usaha, tetapi langsung dirasakan masyarakat melalui peluang kerja yang makin terbuka,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa MPBM, sebagai wadah masyarakat yang peduli pada masa depan Batam, melihat sendiri bagaimana kawasan industri semakin hidup. Proyek pengembangan bandara, pelabuhan, akses jalan utama, hingga revitalisasi kawasan wisata seperti Nongsa dan Sekupang menjadi bukti bahwa Batam sedang memperkuat fondasinya sebagai kota modern.
Meski memberikan apresiasi besar, Osman mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kemajuan.
Menutup perbincangannya, Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari seorang HM Rudi, Osman menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Batam.
