ADS Park: Ketika Wisata Kampung Menyentuh Nostalgia dan Ekonomi Lokal
Di sebuah sudut Johor, sekitar 40 menit dari pusat kota, berdirilah ADS Park, destinasi bernuansa kampung yang memadukan wisata budaya dan nostalgia masa kecil. Rumah-rumah panggung, suara ayam dari kejauhan, serta semilir angin kampung menciptakan atmosfer yang menenangkan.
Roszilahwati Binti Kamisan, pemilik ADS Park Home Stay, menyambut wisatawan dengan tawa lebar—tawa khas kampung yang penuh kehangatan.
“Makan di sini tetap pakai cara tradisional,” ujarnya bangga. “Semua duduk di lantai. Sendok itu hanya untuk lauk dan sayur. Makanannya, ya, pakai tangan. Baru terasa kampungnya.”
Di era ketika wisata modern berlomba menawarkan wahana canggih, ADS Park justru memenangkan hati wisatawan lewat sesuatu yang paling sederhana: keaslian.
Homestay mereka yang bisa menampung 10–15 orang menjadi favorit keluarga besar. Anak-anak yang biasanya sibuk dengan gawai tiba-tiba menemukan hal baru: bermain congkak, melompat yeye, atau mencoba permainan tradisional Melayu yang hanya mereka lihat di buku pelajaran.
Promosi durian gratis bagi tamu yang datang melalui Keenan Wisata hingga Januari 2026, menjadi daya tarik tambahan. Pengunjung bisa menikmati durian langsung dari kebun—sebuah pengalaman yang semakin langka di banyak daerah.
Lebih dari sekadar tempat berlibur, ADS Park menunjukkan bahwa wisata budaya bisa bergerak selaras dengan pemberdayaan lokal. Setiap kunjungan wisatawan adalah napas ekonomi bagi warga sekitar, dari penjual makanan, pengrajin, hingga penyedia jasa transportasi.
