Selain melayani distribusi BBM dan LPG, terminal ini juga berfungsi sebagai buffer stock untuk menjaga ketahanan energi, terutama dalam menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan.
Letak IT Tanjung Uban yang berada di jalur pelayaran internasional turut memberikan nilai strategis dalam mendukung kelancaran distribusi energi.
Oleh karena itu, pengelolaan stok, kesiapan infrastruktur, serta keandalan fasilitas seperti tangki timbun dan jetty menjadi faktor krusial untuk mencegah potensi gangguan distribusi.
Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh unit operasi harus mampu menjaga keandalan distribusi energi di tengah berbagai dinamika yang ada.
“Wilayah barat Indonesia memiliki kompleksitas tersendiri, baik dari sisi geografis maupun dinamika permintaan. Oleh karena itu, AFT Hang Nadim dan IT Tanjung Uban harus benar-benar memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dalam berbagai kondisi, didukung infrastruktur yang andal serta koordinasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga, Wanti Waranei F. Mamahit, turut menekankan pentingnya kesiapan dan kompetensi sumber daya manusia dalam menjaga keandalan operasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kesiapan dan kapabilitas Perwira di lapangan terus terjaga dengan baik. Keandalan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, penguatan kompetensi, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur, serta budaya HSSE harus terus menjadi perhatian utama agar setiap proses operasional berjalan optimal dan aman,” ujarnya.
