Amsakar Pacu Daya Saing UMKM Batam, Pembiayaan Subsidi Margin Tembus Rp1,1 Miliar

Menurutnya, ada lima aspek yang perlu diperkuat agar UMKM Batam mampu bersaing dan terhubung dengan ekosistem industri daerah. Kelima aspek tersebut meliputi tata kelola usaha, kapasitas SDM, akses permodalan, kualitas produk dan kemasan, serta pemasaran.

Amsakar juga memaparkan sejumlah indikator makro ekonomi Batam. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,28 persen, sementara tingkat kemiskinan pada 2025 turun menjadi 3,81 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga mencapai 83,8.

Selain itu, nilai investasi Batam pada semester I 2026 mendekati Rp40 triliun. Menurut Amsakar, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya

Ia berpesan agar peserta workshop memanfaatkan pembiayaan secara optimal, mengelola usaha dengan sungguh-sungguh, serta memenuhi kewajiban angsuran sesuai ketentuan. Pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk wisatawan dan pelaku usaha yang beraktivitas di Batam.

Sementara itu, Direktur Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, Helwin Yunus, mengatakan program pembiayaan subsidi margin hasil kerja sama Pemerintah Kota Batam dan BRK Syariah telah memberikan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro sejak diluncurkan pada Juni 2026.

Pos terkait