Inflasi nasional juga tercatat stabil pada 2,86% (yoy) di Oktober 2025. Capaian tersebut dipengaruhi konsistensi kebijakan moneter BI, dukungan fiskal pemerintah, serta terjaganya ekspektasi inflasi.
Menko Perekonomian memastikan bahwa hampir seluruh risiko eksternal dan domestik telah “diserap” pada 2025, tercermin dalam stabilitas suku bunga, nilai tukar rupiah, serta harga komoditas.
“Risiko pertumbuhan 2026 sudah price in tahun ini. Dengan demikian, tahun depan yang kita lihat adalah upside risk — peluang pertumbuhan yang lebih tinggi,” tegasnya.
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada pada baseline 5,4 persen, dengan potensi melampaui angka tersebut jika tren konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah tetap kuat.
Optimisme 2026: Ekonomi Lebih Baik dari 2025
Menutup laporannya, Airlangga menyampaikan keyakinan bahwa 2026 akan menjadi tahun dengan prospek ekonomi yang lebih cerah dibanding 2025. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter, percepatan digitalisasi daerah, serta stabilnya inflasi menjadi modal utama untuk mencapai pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan.
PTBI 2025 kembali menegaskan komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong transformasi struktural menuju Indonesia yang lebih mandiri, inklusif, dan resilien. (Iman Suryanto)
