Pada kesempatan yang sama, AHY juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi komunitas Tionghoa dalam pembangunan bangsa. Ia menilai komunitas ini memiliki peran signifikan, khususnya dalam pengembangan sektor industri, manufaktur, hingga teknologi—yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Batam.
“Komunitas Tionghoa banyak mengembangkan bisnis dan membuka lapangan pekerjaan. Ini adalah kontribusi nyata bagi kemajuan kota Batam dan Indonesia,” ungkapnya.
Menurut AHY, kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci utama dalam membangun kota yang berdaya saing global, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai toleransi sosial.
Menutup rangkaian perayaan, AHY menyampaikan doa dan harapan agar Tahun Kuda Api membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Mudah-mudahan kita semua diberikan energi dan semangat tinggi untuk melanjutkan kerja-kerja kita sesuai profesi masing-masing. Semoga tahun ini membawa kesuksesan, baik secara finansial, bisnis, maupun dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.
Perayaan Imlek 2577 di Batam pun menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman—sebuah pesan bahwa harmoni sosial dan kolaborasi lintas budaya adalah fondasi penting menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. (***/ant)
