Ady Indra Pawennari dan Dua Wajah Kepercayaan: Buku yang Terbit, Janji yang Menghilang

Sebaliknya, Caping mengajarkan hal yang sederhana, tetapi mendalam: kesungguhan tidak membutuhkan terlalu banyak janji. Ia cukup dibuktikan melalui kerja.

Terima kasih, Bang Ridarman Bay. Terima kasih juga kepada Suyono Saeran dan semua pihak yang ikut menghadirkan Catatan Pinggir Tiga Wartawan Pulau ke tangan kami.

Buku ini mungkin hanya satu dari sekian banyak karya literasi yang lahir dari dunia jurnalistik Kepulauan Riau. Namun, bagi saya, ia memiliki arti yang jauh lebih personal. Ia membuktikan bahwa sebuah gagasan dapat menjadi kenyataan ketika dirawat dengan ketulusan dan dituntaskan dengan tanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Kini, ketika membuka halaman demi halaman Caping, saya tidak hanya membaca kumpulan opini. Saya sedang membaca sebuah pelajaran tentang persahabatan, kepercayaan, dan harga sebuah komitmen.

Saya juga belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua luka harus dibalas dengan luka. Ada kalanya kita cukup berdiri tegak, menjaga martabat, dan membiarkan waktu memperlihatkan siapa yang sungguh-sungguh bekerja dan siapa yang sekadar pandai berjanji.

Sebab, pada akhirnya, wartawan tidak hanya meninggalkan jejak melalui berita yang ditulisnya. Ia juga meninggalkan jejak melalui sikap, integritas, dan tanggung jawab atas setiap kata yang pernah diucapkannya.

Dan hari ini, saya memegang sebuah buku yang menjadi bukti nyata bahwa janji yang dirawat bersama dapat menjelma karya.

Sementara biografi yang pernah dijanjikan kepada saya, biarlah menjadi pengingat bahwa tidak semua kata akan menemukan wujudnya.
Sebab, karya boleh sederhana, tetapi kejujuran harus tetap luar biasa. Dan janji, betapapun indah bunyinya, tidak akan pernah bisa menggantikan bukti.(***)

Pos terkait