IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah akan melakukan penyetaraan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi masyarakat setelah memperoleh tambahan anggaran sekitar Rp20 triliun.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengatakan penyetaraan layanan tersebut tetap akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan skala prioritas pelayanan kesehatan.
Menurut Dante, tambahan anggaran yang diperoleh pemerintah perlu dialokasikan secara terukur mengingat anggaran kesehatan memiliki keterbatasan. Pemerintah akan menghitung kebutuhan pembiayaan untuk berbagai komponen layanan, mulai dari penanganan kegawatdaruratan hingga pembiayaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Nanti kita setarakan, kan kita baru dapat tambahan anggaran. Tentu semuanya harus dihitung, kan anggarannya bukan tidak terbatas,” kata Dante usai menghadiri agenda Update PHTC/Program Prioritas serta Capaian dan Transformasi Layanan Kesehatan Nasional di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Dante mengatakan pemerintah sebelumnya mendapatkan tambahan subsidi sekitar Rp20 triliun. Anggaran tersebut harus dibagi berdasarkan kebutuhan dan prioritas pelayanan kesehatan.
“Tetap ada batasan, kemarin didapat subsidi Rp20 triliun. Tetap harus dihitung, pengeluarannya berapa untuk tindakan yang emergency, berapa untuk alokasi kapitasi puskesmas, untuk PBI berapa,” ujarnya.
Kesetaraan Layanan Tetap Jadi Arah Kebijakan
Dante menegaskan prinsip kesetaraan layanan tetap menjadi arah kebijakan pemerintah. Namun, penerapannya perlu dibarengi dengan penentuan prioritas agar anggaran yang tersedia dapat menghasilkan pelayanan kesehatan yang optimal.
“Semua karena ini bukan tidak terbatas, tetap harus ada prioritas. Yang kesetaraan, benar kesetaraan, tetapi prioritisasi juga penting untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat. Tapi yang penting semua masyarakat kalau bisa kita layani, kita layani,” katanya.
Lebih lanjut, Dante mengatakan pemerintah akan memprioritaskan sejumlah sektor kesehatan, termasuk layanan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.
“Semuanya sebenarnya kita prioritaskan di semua sektor, terutama penyakit yang berkaitan dengan kematian ibu dan ibu dan anak. Ibu dan anak akan kita prioritaskan,” tuturnya.
Selain kesehatan ibu dan anak, pemerintah juga akan memberikan perhatian terhadap penyakit menular. Dante mengatakan pola penyebab kematian di Indonesia telah mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.
“kemudian juga kesehatan pada penyakit menular, karena dulu ya polanya di Indonesia itu kematian disebabkan oleh penyakit menular, tapi sekarang justru penyakit tidak menular,” katanya.
Menurut Dante, sejumlah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan stroke menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian besar. Selain memiliki angka kematian tinggi, penyakit tersebut juga membutuhkan pembiayaan yang besar.
“Penyakit jantung, stroke, cuci darah, itu menjadi penyakit-penyakit yang katastropik yang tinggi, pembiayaannya tinggi dan angka kematiannya tinggi. Mungkin itu yang akan kita prioritaskan ke depan,” tandas Dante.











