Fleksibilitas Jadi ‘Senjata Baru’ Hotel Batam, The Ascott Limited Hadirkan Konsep “24 Hours Stay”

IDNNEWS.CO.ID, Batam – Industri perhotelan di Kota Batam memasuki fase transformasi layanan seiring berubahnya pola perjalanan wisatawan dan pelaku bisnis. Menjawab kebutuhan akan fleksibilitas waktu yang semakin tinggi, dua properti unggulan jaringan global The Ascott Limited, yakni HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam, resmi meluncurkan kampanye global terbaru bertajuk “Stay Your Way”.

Program ini menjadi terobosan dalam layanan akomodasi melalui konsep “24 Hours Stay”, yang memungkinkan tamu menikmati waktu menginap penuh selama 24 jam sejak kedatangan.

Artinya, jam check-in tamu akan menjadi patokan check-out keesokan harinya—sebuah pendekatan baru yang dinilai mampu meningkatkan nilai pengalaman pelanggan sekaligus daya saing hotel di tengah persaingan industri pariwisata yang kian ketat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Batam Kian Dilirik Investor Eropa, Jerman Jajaki Peluang Industri Maritim

Berbeda dengan pola konvensional industri perhotelan yang umumnya menetapkan check-in pukul 14.00 dan check-out pukul 12.00, konsep ini memberikan kebebasan penuh kepada tamu untuk mengatur ritme perjalanan mereka sendiri. Jika tamu datang pukul 18.00, maka mereka berhak menempati kamar hingga pukul 18.00 pada hari berikutnya.

“Waktu adalah kemewahan paling berharga bagi tamu kami. Melalui ‘Stay Your Way’, kami tidak hanya menyediakan kamar, tetapi memberikan kendali penuh atas waktu menginap mereka,” ujar Dodi Putra, General Manager Shared Service HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam.

Menurutnya, inovasi layanan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Batam sebagai destinasi unggulan, baik untuk perjalanan bisnis, liburan keluarga, maupun tren staycation yang terus meningkat pascapandemi.

BACA JUGA:  Telkomsel Turut Ambil Peran sebagai Relawan BUMN di Garis Depan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Peluncuran program ini dinilai memiliki dampak ekonomi yang cukup luas. Dengan fleksibilitas waktu menginap, tamu berpotensi memperpanjang aktivitas di kota, mulai dari belanja, kuliner, hingga kunjungan destinasi wisata. Hal ini secara tidak langsung mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM, transportasi, dan pusat perbelanjaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *