Realisasi Pajak Batam Lampaui Ekspektasi, Bapenda Usung Tagline ‘Menuju 2.0 Triliun’

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah
Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Kinerja pendapatan pajak daerah Kota Batam sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi nasional. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam mencatat realisasi pajak mencapai 95,54 persen dari target yang ditetapkan, atau setara dengan sekitar Rp1,86 triliun dari total target Rp1,95 triliun.

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah, mengungkapkan bahwa capaian tersebut sejalan dengan prognosis awal yang disusun pihaknya, bahkan melampaui ekspektasi awal yang dipatok di angka 93 persen.

“Sejak awal kami optimistis capaian bisa berada di kisaran 95 persen, dengan catatan kondisi ekonomi memungkinkan. Dalam perjalanannya, ekonomi Batam justru bergerak cukup baik, sehingga target itu bisa kita capai,” ujar Raja Azmansyah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Telkom Hadirkan Inovasi AI untuk Bantu Transformasi Digital Small and Medium Enterprise

Optimisme tersebut, kata dia, dibuktikan oleh sejumlah jenis pajak yang realisasinya bahkan melampaui 100 persen dari target. Salah satu kontributor terbesar adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“BPHTB itu sampai menyentuh hampir setengah triliun rupiah. Target kami sekitar Rp495 miliar, realisasinya mencapai lebih dari Rp500 miliar atau sekitar 108 persen dari target,” jelasnya.

Selain BPHTB, pajak kendaraan bermotor (opsen) juga menunjukkan lonjakan signifikan. Dari target Rp121 miliar, realisasi pajak ini menembus sekitar Rp169 miliar, atau setara 130 persen dari target. Peningkatan ini turut dipengaruhi oleh kebijakan diskon dan pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  Kampanye Perdana, HM Rudi Komitmen Tingkatkan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Swasta di Kepri

“Kebijakan itu jelas berdampak positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Karena pajak kendaraan bermotor ini merupakan pajak provinsi yang sebagian hasilnya menjadi opsen bagi kabupaten dan kota, maka setiap kebijakan provinsi akan berdampak langsung terhadap kinerja pajak di Batam,” kata Raja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *